MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
Kelompok II :
Hasbi
Rian Mareta
Asri
Mukhlis
AKADEMI MANAJEMEN INFORMATIKA DAN
KOMPUTER
INDONESIA
2014 / 2015
MANAJEMEN
SUMBERDAYA MANUSIA ( MSDM)
A. Pendahuluan
MSDM terdiri dari kata manajemen dan sumberdaya manusia. Manajemen adalah
seni mengatur proses pemanfaatan sumberdaya manusia dan sumber-sumber daya
lainnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu. Sumberdaya tersebut meliputi :
men ( manusia), money ( uang), methode ( metode/ cara/ sistem), materials (
bahan), machines ( mesin), dan market ( pasar). Unsur manusia yang merupakan
salah satu unsur sumberdaya berkembang menjadi suatu bidang ilmu manajemen yang
disebut MSDM ynag merupakan terjemahan
dari man power manajemen. Manajemen yang mengatur unsur manusia ini ada yang
menyebut manajemen kepegawaian atau manajemen personalia.
MSDM adalah ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga kerja agar
efektif dan efisien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan dan
masyarakat.
MSDM sering
disamakan dengan Manajemen Personalia , yakni perencanaan , pengorganisasian,
pengarahan, dan pengendalian dari pengadaan, pengembangan, kompensasi,
pengintegrasian, pemeliharaan, dan pemberhentian karyawan, dengan maksud
terwujudnya tujuan perusahaan, individu, karyawan dan masyarakat.
Persamaan MSDM dengan manajemen personalia jelas keduanya merupakan ilmu
yang mengatur manusia dalam suatu organisasi, agar mendukung terwujudnya atau
tercapainya tujuan. Perbedaan MSDM dan manajemen personalia: MSDM dikaji secara
makro,manajemen personalia dikaji secara mikro. MSDM menganggap karyawan
merupakan kekayaan ( asset) utama organisasi yang harus dipelihara dengan baik,
manajemen personalia menganggap karyawan merupakan faktor produksi yang harus
dimanfaatkan secara produktif. MSDM pendekatannya secara modern , Manajemen
personalia pendekatannya secara klasik.
Fokus kajian
MSDM adalah masalah tenaga kerja manusia yang diatur menurut urutan
fungsi-fungsinya, agar efektif dan efisien dalam mewujudkan tujuan perusahaan,
karyawan dan masyarakat. Karyawan adalah perencana, pelaku dan selalu berperan
aktif dalam aktivitas perusahaan/ bisnis.
B. Isi
pembahasan
Pengelolaan SDM bersifat unik Manusia merupakan sumber utama dalam menjalankan organisasi / perusahaan
/ bisnis, karena fungsi manusia sebagai pelaku, pengelola dan sebagai pelaksana
dalam proses produksi dalam bisnis . Kunci dasar dalam mempertahankan bisnis
adalah bagaimana manusia yang ada dalam organisasi memiliki kemampuan bekerja.
SDM memiliki
ciri khas yang berbeda dengan sumberdaya yang lain, memiliki sifat unik yaitu
sifat manusia yang berbeda-beda satu dengan yang lain, memiliki pola pikir
bukan benda mati. Kekhusussan inilah yang menyebabkan perlu adanya perhatian
yang spesifik terhadap sumberdaya ini. Mengelola manusia tidak semudah
mengelola benda mati yang dapat diletakkan ,diatur sedemikian rupa sesuai
kehendak manajer. Manusia perlu diperlakukan sebagai manusia seutuhnya dengan
berbagai cara supaya masing-masing individu tersebut mau dan mampu melaksanakan
pekerjaan, aturan dan perintah yang ada dalam organisasi tanpa menimbulkan
dampak yang merugikan perusahaan maupun individu sebagai karyawan dalam
perusahaan. Orang yang mengatur disebut manajer personalia/ manajer sumberdaya
manusia.
Peranan MSDM: MSDM mengatur program kepegawaian yang menyakut masalah
masalah sebagai berikut:
Menetapkan jumlah , kualitas dan penempatan tenaga kerja yang efektif
sesuai dengan kebutuhan perusahaan berdasarkan job discription, job
specification, job requirement, dan job evaluation.
Menetapkan penarikan, seleksi, dan penempatan karyawan berdasarkan asas
the right man in the right place and the
right man in the right job bahkan untuk akhir-akhir ini in the right man in the
right time.
Menetapkan
program kesejahteraan, pengembangan, promosi, dan pemberhentian.
Meramalkan
penawaran dan permintaan sumberdaya manusia pada masa yang akan datang.
Memperkirakan
keadaan perekonomian pada umumnya dan perkembangan perusahaan pada khususnya.
Memonitor
dengan cermat undang-undang perburuhan dan kebijaksanaan pemberian balas jasa
perusahaan-perusahaan yang sejenis.
Memonitor
kemajuan teknik dan perkembangan serikat buruh.
Melaksanakan
pendidikan , latihan, dan penilaian prestasi karyawan.
Mengatur
mutasi karyawan baik vertikal maupun horizontal.
Mengatur
pensiun, pemberhetian dan pesangonnya.
Ruang lingkup
kegiatan MSDM: Proses yang dapat dilakukan oleh manajer personalia meliputi:
ü Merancang dan mengorganisasikan pekerjaan serta
menglokasikannya kepada karyawan .
ü
Merencanakan , menarik dan menyeleksi, melatih
dan mengembangkan karyawan secara efektif untuk dapat melakukan pekerjaan yang
telah dirancang sebelumnya.
ü Menciptakan kondisi dan lingkungan kerja yang
dapat memuaskan berbagai kebutuhan karyawan melalui kesemptan pengembangan
karir, sistem kompensasi atau balas jasa yang adil, serta hubungan antara
karyawan dan atasan yang serasi melalui organisasi karyawan yang dibentuk.
ü Mempertahankan dan menjamin efektivitas dan
semangat kerja yang tinggi dalam jangka waktu yang lama.
ü
Proses sederhana di atas dapat dijabarkan dalam
bagian-bagian kecil secara spesifik mengatur hal-hal penting dalam tahap-tahap
yang diperlukan . Dalam dunia nyata , yang dihadapi oleh manajer personalia
tidak sesederhana proses di atas, namun lebih kompleks tergatung tantangan yang
dihadapi. Tantangan tersebut antara lain tantangan eksternal seperti : ekonomi,
politik, dan peraturan pemerintah , teknologi, dan sosial budaya, serta
tantangan organisasional seperti karakter organisasi, serikat pekerja,
perbedaan individu, sistem nilai manajer dan karyawan yang berbeda dan
lain-lain.
Untuk itu organisasi terutama
bagian personalia perlu aktif mengambil langkah-langkah yang dipandang perlu
seperti memonitor perubahan lingkungan, mengevaluasi serta melakukan tindakan
proaktif dalam mengatasi tantangan melalui teknik dan pendekatan yang cocok.
Perkembangan MSDM : Perkembangan MSDM didorong oleh masalah-masalah ekonomis, politis dan
sosial.
Masalah
ekonomis:
· Semakin terbatasnya faktor-faktor produksi
menuntut agar SDM dapat bekerja lebih efektif dan efisien.
· Semakin disadari bahwa SDM paling berperan dalam
mewujudkan tujuan perusahaan, karyawan dan masyarakat.
· Karyawan akan meningkatkan moral kerja ,
kedisiplinan dan prestasi kerjanya jika kepuasan diperoleh dari pekerjaannya.
· Terjadinya persaingan yang tajam untuk
mendapatkan tenaga kerja yang berkualitas di antara perusahaan.
Para karyawan
semakin menuntut keamanan ekonominya pada masa depan.
Masalah
politis:
Masalah
sosial:
Kebutuhan manusia yang semakin beaneka ragam, material dan non material
yang harus dipenuhi oleh perusahaan.
§
Fungsi
Operasional MSDM
Fungsi operasional dalam Manajemen Sumber Daya Manusia merupakan basic (dasar ) pelaksanaan proses MSDM yang efisien dan efektif dalam pencapaian tujuan organisasi/perusahaan.
Fungsi operasional tersebut terbagi 5 ( lima ), secara singkatsebagai
berikut:
Ø Fungsi Pengadaan
adalah proses penarikan ,seleksi,penempatan,orientasi,dan induksi untuk mendapatkan karyawan yang sesuai kebutuhan perusahaan.( the right man in the rightplace).
Ø Fungsi Pengembangan
adalah proses peningkatan ketrampilan teknis,teoritis,konseptual, dan moral karyawan melalui pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan latihan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan.
Ø Fungsi Kompensasi
adalah pemberian balas jasa langsung dan tidak lansung berbentuk uang atau barang kepada karyawan sebagai imbal jasa (output) yang diberikannya kepada perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak sesuai prestasi dan tanggungjawab karyawan tersebut.
Ø Fungsi Pengintegrasian
adalah kegiatan untuk mempersatukan kepentingan perusahaan dan kebutuhan karyawan, sehingga tercipta kerjasama yang serasi dan salingmenguntungkan.
Dimana Pengintegrasian adalah hal
yang penting dan sulit dalam MSDM, karena 2
mempersatukan dua aspirasi/kepentingan yang bertolak belakang antara karyawan dan
perusahaan.
mempersatukan dua aspirasi/kepentingan yang bertolak belakang antara karyawan dan
perusahaan.
Ø Fungsi Pemeliharaan
adalah kegiatan untuk memelihara atau meningkatkan kondisi fisik, mental
dan loyalitas karyawan agar tercipta hubungan jangka panjang. Pemeliharaan yang
baik dilakukan dengan program K3 ( Keselamatan dan Kesehatan Kerja ) .
§
Fungsi MSDM
ü
Perencanaan.
ü
Pengorganisasian.
ü
Pengarahan.
ü
Pengendalian.
ü
Pengadaan.
ü
Pengembangan.
ü
Kompensasi.
ü
Pengitegrasian.
ü
Pemeliharaan.
ü
Kedisiplinan.
ü
Pemberhetian.
a. Perencanaan
adalah merencanakan tenaga kerja secara efektif dan efisien agar sesuai
dengan kebutuhan perusahaan dalam membantu terwujudnya tujuan, perencanaan dilakukan dengan menetapkan
program kepegawaian.
b. Pengorganisasia
adalah kegiatan untuk mengorganisasi semua karyawan dengan menetapkan
pembagian kerja, hubungan kerja, delegasi wewenang, integrasi, dan koordinasi
dalam bagan organisasi.
c. Pengarahan adalah kegiatan mengarahkan semua karyawan
agar mau bekerja dengan baik, mau bekerjasama, pimpinan menugaskan bawahan agar
semua tugasnya dikerjakan dengan baik .
d. Pengendalian
adalah kegiatan mengendalikan semua karyawan mentaati peraturan-peraturan
perusahaan dan bekerja sesuai dengan rencana, apabila terjadi kesalahan atau
penyimpangan diadakan perbaikan . Pengendalian karyawan meliputi kehadiran,
kedisiplinan, perilaku, kerjasama, pelaksanaan pekerjaan dan menjaga situasi
lingkungan pekerjaan.
e. Pengadaan adalah proses penarikan , seleksi, penempatan
, orientasi dan induksi untuk mendapatkan karyawan sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
f. Pengembangan adalah proses peningkatan keterampilan
teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan melalui pendidikan yang sesuai
dengan kebutuhan pekerjaan masa kini maupun masa depan.
g. Kompensasi adalah pemberian balas jasa langsung dan
tidak langsung, uang atau barang kepada karyawan sebagai imbalan jasa yang
diberikan kepada perusahaan. Prinsip kompensasi adalah adil dan layak.
h. Pengitegrasian adalah untuk mempersatukan kepentingan
perusahaan dan kebutuhan karyawan, agar tercipta kerjasama yang serasi dan
saling menguntungkan. Perusahaan memperoleh laba , karyawan dapat memenuhi
kebutuhan dari hasil pekerjaannya.
i. Pemeliharaan adalah kegiatan untuk memelihara dan
meningkatkan kondisi fisik, mental, dan loyalitas karyawan agar mereka tetap
mau bekerja baik sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
j. Kedisiplinan adalah keinginan dan kesadaran untuk
mentaati peraturan-peraturan perusahaan dan norma-norma. Perusahaan harus
mengusahakan tercapainya keinginan tersebut.
k. Pemberhentian adalah putusnya hubungan kerja seseorang
dari perusahaan, Pemberhentian dapat disebabkan keinginan perusahaan, keinginan
karyawan, kontrak kerja berakhir, pensiun , dan sebab sebab lainnya.
l.
Pengadaan
Pegadaan karyawan hendaknya memperhatikan analisis pekerjaan, uraian
pekerjaan, spesifikasi pekerjaan, persyaratan pekerjaan, evaluasi pekerjaan,
pengayaan pekerjaan, perluasan pekerjaan dan penyederhanaan pekerjaan.
Analisis pekerjaan adalah menganalisis untuk mendesain pekerjaan apa yang
harus dikerjakan, bagaimana mengerjakannya, dan mengapa pekerjaan itu harus
dilakukan.
Uraian
pekerjaan adalah informasi tertulis yang menguraikan tugas dan tanggung jawab,
kondisi pekerjaan, hubungan pekerjaan, dan aspek-aspek pekerjaan suatu jabatan
tertentu dalam organisasi.
Spesifikasi pekerjaan adalah uraian persyaratan kualitas minimum orang
yang bisa diterima agar dapat menjalankan satu jabatan dengan baik dan
kompeten. Spesifikasi memberikan informasi mengenai hal-hal: Tingkat pendidikan
pekerja, Jenis kelamin pekerja, keadaan fisik pekerja, pengetahuan dan
kecakapan pekerja, batas umur pekerja, nikah atau belum, minat pekerja, emosi
dan temperamen pekerja, pengalaman pekerja.
Persyaratan pekerjaan adalah persyratan-persyaratan jabatan tentang
keterampilan yang dikehedaki, juga alat-alat yang diperlukan .
Evaluasi pekerjaan adalah penilaian berat-ringannya pekerjaan, mudah-sukarnya
pekerjaan, besar kecilnya resiko pekerjaan, pemberian nama pekerjaan, pemberian
peringkat , harga atau gaji suatu
pekerjaan.
Perluasan dan pengayaan pekerjaan,
perluasan pekejaan adalah memperbanyak tugas atau pekerjaan kepada
seseorang karyawan dalam jabatannya untuk meningkatkan variasi pekerjaan dan mengurangi
pekerjaan yang sifatnya membosankan.Pengayaan pekerjaan adalah perluasan
pekerjaan dan tanggung jawab secara vertikal yang akan dikerjakan pejabat dalam
jabatannya untuk memberikan kepuasan bagi pengembangan pribadimya.
Penyederhanaan pekerjaan adalah penggunaan logika untuk mencari
penggunaan yang paling ekonomis dari usaha manusia, materi, mesin-mesin , waktu
dan ruangan agar cara-cara yang paling baik dan paling mudah dalam pelaksanaan
pekerjaan.
Langkah-langkah
pengadaan karyawan: Peramalan kebutuhan tenaga kerja, penarikan, seleksi,
penempatan , orientasi dan induksi karyawan.
Peramalan kebutuhan tenagakerja diperlukan agar kebutuhan tenaga kerja
dimasa depan sesuai dengan kebutuhan dan beban pekerjaan. Peramalan didasarkan
faktor internal dan eksternal, misalnya jumlah produksi, ramalan usaha,
perluasan perusahaan, perkembangan teknologi, tingkat permintaan dan penawaran
tenaga kerja, perencanaan karier pegawai.
Penarikan adalah usaha mencari dan memikat para calon tenaga kerja agar
mau melamar lowongan kerja yang ada pada suatu perusahaan.
Sumber penarikan ada dua yakni sumber internal dan sumber eksternal. Sumber internal karyawan yang akan mengisi lowongan diambil
dari dalam perusahaan , sumber eksternal
karyawan yang akan mengisi lowongan jabatan diambil dari luar perusahaan
antara lain dari:
Kantor
penempatan tenaga kerja.
Lembaga-lembaga
pendidikan.
Referensi
karyawan atau rekanan.
Serikat-serikat
buruh.
Pencakokan
dari perusahaan lain.
Nepotisme dan
leasing.
pasar tenaga
kerja dengan memasang iklan pada media massa, dan lain-lain.
Seleksi
adalah sauté proses ketika calon karyawan dibagi dua yaitu yang akan diterima
dan yang ditolak.
Dasar
seleksi:
Kebijaksanaan
perburuhan pemerintah.
Spesifikasi
pekerjaan.
Ekonomis,
rasional
Etika sosial.
Tujuan
seleksi penerimaan karyawan untuk mendapatkan :
Karyawan yang
berkualitas dan potensial.
Karyawan yang
jujur dan disiplin.
Karyawan yang
cakap dan penempatannya yang tepat.
Karyawan yang
terampil dan bersemangat dalam bekerja.
Karyawan yang
memenuhi undang-undang perburuhan.
Karyawan yang
dapat bekerjasama baik secara vertikal maupun horizontal.
Karyawan yang
dinamis dan kreatif.
Karyawan yang
inovatif dan penuh tanggungjawab.
Karyawan yang loyal dan berdedikasi tinggi.
Mengurangi
tingkat absensi dan turn over karyawan.
Unsur-unsur
yang diseleksi meliputi antara lain;
Surat lamaran
bermeterai atau tidak.
Ijazah
sekolah dan daftar nilanya.
Surat
keterangan pekerjaan dan pengalaman.
Referensi
atau rekomendasi dari pihak yang dapat dipercaya.
Wawancara
langsung dengan pelamar bersangkutan.
penampilan
dan keadaan fisik ( cantik atau gantengnya ) pelamar.
keturunan
dari pelamar bersangkutan.
tulisan
pelamar.
Unsur-unsur tersebut sering disebut tidak ilimiah, misal tulisan baik
tampang cakap, bicara lancar belum tentu terampil dan bersemangat kerja. Karena
itu ada yang lebih ilmiah misalnya:
Seleksi dilaksanakan dengan metode kerja yang jelas dan sistematis,
berorientasi kepada prestasi kerja, berorientasi kepada kebutuhan riil
karyawan, berdasar analisis pekerjaan dan berpedoman kepada undang-undang
perburuhan.
Kualifikasi seleksi meliputi: Umur, keahlian, kesehatan fisik,
pendidikan, jenis kelamin, tampang, bakat, temperamen, karakter dan
kepribadian, pengalaman kerja, kerjasama, kejujuran.kedisiplinan, inisiatif dan
kreativitas.
Langkah-langkah
seleksi:
Seleksi
surat-surat lamaran.
pengisian
blanko lamaran.
Pemeriksaan
eferensi.
Wawancara
pendahuluan.
Tes
penerimaan.
Tes
psikhologi.
Tes
kesehatan.
Wawancara
akhir atasan langsung.
Memutuskan
diterima atau ditolak.
Penempatan karyawan merupakan
tindak lanjut dari seleksi, yaitu menempatkan calon karyawan yang diterima pada
jabatan / pekerjaan yang membutuhkannya dan sekaligus mendelgasikan authority
kepada orang tersebut.
Orientasi atau perkenalan bagi setiap karyawan baru dilaksanakan untuk
menyatakan bahwa mereka betul-betul diterima dengan tangan terbuka menjadi
karyawan yang akan bekerjasama dengan karyawan lain pada perusahaan.
Induksi karyawan adalah kegiatan untuk mengubah perilaku karyawan baru
supaya menyesuaikan diri dengan tata tertib perusahaan.
Pengembangan karyawan adalah suatu usaha untuk meningkatkan kemampuan
teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan sesuai dengan kebutuhan
pekerjaan/ jabatan melalui pendidikan dan latihan.
Tujuan
pengembangan : Meningkatkan produktivitas, meningkatkan efisiensi, mengurangi
kerusakan, mengurangi kecelakaan, meningkatkan pelayanan, meningkatkan moral
dsan semangat, memberi kesempatan meningkatkan karier, meningkatkan kemampuan
konseptual, tekchnical skill, human skill, manajerial skill, meningkatkan
kemampuan memimpin, meningkatkan penerimaan balas jasa( gaji, upah
insentif,bonus), memuaskan konsumen.
Penilaian prestasi karyawan adalah kegiatan manager untuk mengevaluasi
perilaku karyawan dan prestasi kerja karyawan untuk menetapkan kebijaksanaan
SDM selanjutnya.
Yang dinilai
kesetiaan, prestasi kerja, kedisiplinan,kejujuran, kreativitas, kerjasama,
kepemimpinan, kepribadian, prakarsa, loyalitas, kecakapan , tanggungjawab,
pekerjaan saat sekarang, potensi kerja yang akan datang, sifat dan hasil
kerjanya.
Syarat-syarat
penilai: Jujur, adil, obyektif, memiliki pengetahuan unsur –unsur yang dinilai,
mengetahui uraian pekerjaan secara jelas, memiliki kewenangan, memiliki
keimanan.
Kompensasi adalah semua pendapatan yang berbentuk uang, barang langsung
atau tidak langsung yang diterima karyawan sebagai imbalan atas jasa yang
diberikan kepada perusahaan.
Kompensasi
dibedakan menjadi dua yaitu kompensasi langsung berupa gaji, upah, dan upah
insentif. Kompensasi tidak langsung berupa kesejahteraan karyawan..
Gaji adalah balas jasa yang dibayar secara prriodik kepada karyawan tetap
serta mempunyai jaminan yang pasti. Upah adalah balas jasa yang dibayarkan
kepada pekerja harian dengan berpedoman atas perjanjian yang disepakati
pembayarannya. Upah insentif adalah tambahan balas jasa yang diberikan kepada
karyawan tertentu yang prestasinya diatas prestasi standar. Upah insentif ini
merupakan alat yang dipergunakan pendukung prinsip adil dalam pemberian
kompensasi. Benefit dan service adalah kompensasi tambahan yang diberikan
berdasarkan kebijaksanaan perusahaan terhadap semua karyawan dalam usaha untuk
meningkatkan kesejahteraan mereka, misalnya tunjangan hari raya, uang pensiun,
pakaian dinas, kafetaria, mushola, olahraga, darmawisata.
Faktor
–faktor yang mempengaruhi besarnya kompensasi:
Penawaran dan
permintaan tenagakerja.
Kemampuan dan
kesediaan perusahaan.
Serikat
buruh/ organisasi karyawan.
Produktivitas
karyawan.
Pemerintah
dengan undang-undang dan kepres.
Biaya hidup.
posisi
jabatan karyawan.
Pendidikan
dan pengalaman karyawan.
Kondisi
perekonomian nasional.
Jenis dan
sifat pekerjaan.
Pemeliharaan adalah usaha mempertahankan atau meningkatkan kondisi fisik,
mental, sikap karyawan agar tetap loyal dan bekerja produktif untuk menunjang
tercapainya tujuan perusahaan.
Tujuan pemeliharaan
:
1.Untuk
meningkatkan produktivitas kerja karyawan.
2.
Meningkatakan disiplin dan menurunkan absensi karyawan.
3.
Meningkatkan loyalitas dan menurunkan turn over karyawan.
4.
Meningkatkan ketenangan , rasa aman, dan kesehatan karyawan.
5.
Meningkatkan kesejahteraan karyawan dan keluarganya.
6.
Memperbaiki kondisi fisik, mental, dan sikap karyawan.
7. Mengurangi
konflik serta menciptakan suasana yang harmonis.
Metode-metode
pemeliharaan:
Komunikasi
Insentif.
kesejahteraan
karyawan.
Kesehatan dan
keselamatan kerja
hubungan
industrial.
Kedisiplinan adalah kesadaran dan kesediaan seseorang menaati peraturan
perusahaan dan norma -norma yang berlaku.
Indikator
kedisiplinan; tujuan jelas,kemampuan memadai, teladan kepemimpinan, balas jasa
yang layak, keadilan, adanya pengawasan melekat, sanksi hukuman , ketegasan ,
hubungan kemanusiaan.
Pembehentian adalah pemutusan hubungan kerja seseorang karyawan dengan
organisasi perusahaan. Dengan pemberhentian berarti berakhirnya keterikatan
kerja karyawan terhadap perusahaan.
Alasan-alasan
pemberhetian;
Undang-undang.
Keinginan
perusahaan.
keinganan
karyawan.
Pensiun
kontrak kerja
berakhir.
kesehatan
karyawan.
Meninggal
dunia.
Peusahaan
dilikuidasi.
Keinginan
perusahaan memberhentikan karyawan disebabkan hal-hal sebagai berikut:
Karyawan
tidak mampu menyeelesaikan pekerjaannya.
Perilaku dan
disiplinnya kurang baik.
Melanggar
peraturanperaturan dan tatatertib perusahaan.
Tidak dapat
bekerjasama dan terjadi konflik dengan karyawan lain.
Melakukan
tindakan amoral dalam perusahaan.
Pemberhentian
karyawan ini merupakan fungsi yang terakhir dari MSDM.
C.
Kesimpulannya bahwa mengelola SDM adalah masalah yang unik, komplek dan
memerlukan kahlian tersendiri dengan memperhatikan harkat dan martabat karyawan
demi tercapainya tujuan perusahaan.
1. Definisi Manajemen peralatan
Manajemen peralatan adalah suatu metode penggunaan alat – alat berat untuk
memperoleh hasil yang tepat guna dan berdaya, guna dalam pelaksanaan proyek.
Manajemen peralatan antara lain :
a. Memeliharadankombinasiperalatan yang
sesuaidenganpekerjaannya.
b. Penjadwalankerjaalat
c. Hubungankerja
d. Pemeliharaanperalatan
e. Biayapemilikandanoperasional
ManajemenPeralatan tidaklepasdarimanajemen SDM Karena peralatan harus dibeli atau disewa,
dioperasikan, dipelihara atau dihapuskan oleh manusia itu sendiri Managemen : How to get thing done by the other
people
Manajemen Peralatan : How to make road by using the
Equipment that operated by Man
Mari kita lihat
perkembangan SDM yang erat hubungannya dengan managemen perlatan. Perkembangan
MSDM dalamprakteknyadapatdibedakandalan 8 aliran;
2.Pengertian Modal
Dengan semakin berkembangnya dunia usaha serta semakin canggihnya penggunaan alat-alat dalam dunia kerja, maka permasalahan yang timbul dan harus dihadapi oleh perusahaan semakin komplek dan membutuhkan pemikiran yang serius. Salah satu permasalahan dalam dunia usaha adalah masalah faktor produksi modal yangmempunyai peranan sangat penting dalam mempertahankan kelangsungan hidup perusahaan tersebut. Sebenarnya masalah modal dalam perusahaan merupakan persoalan yang tidak akan berakhir, mengingat bahwa masalah modal itu mengandung begitu banyak dan berbagai rupa aspek. Menurut Riyanto (2001:17-18) dalam bukunya Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, modal mempunyai pengertian yang bermacam-macam antara lain:
a. Secara klasik modal mempunyai arti sebagai hasil produksi yang digunakan untuk
memprodusir lebih lanjut
b. Dalam arti sempit modal diartikan hanyalah dalam artian uang, sedangkan dalam Artiluas modal meliputi baik modal dalam bentuk uang maupun dalam bentuk barang
misalnya mesin, barang-barang dagangan dan lain sebagainya
c. Modal dapat juga diartikan sebagai kolektivitas dari barang-barang modal yang
terdapat dalam neraca sebelah debit, sedangkan yang dimaksud dengan barang-
barang modal ialah semua barang yang ada dalam rumah tangga perusahaan dalam
fungsi produktifnya untuk membentuk pendapatan
Sedangkan menurut Munawir (2001:19) modal merupakan hak atau bagian yang dimiliki oleh pemilik perusahaan yang ditunjuk dalam pos modal (modalsaham), surplus laba yang ditahan atau kelebihan nilai aktiva yang dimiliki oleh perusahaan terhadap seluruhhutang-hutangnya.
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa modal merupakan bagian yang dimiliki oleh perusahaan yang dapat berbentuk uang maupun barang-barang modal yang digunakan untuk pembiayaan operasional perusahaan sebagai usaha untuk memperoleh laba atau keuntungan maksimum dari modal yang dikeluarkan tersebut.
B. Penggolongan Modal
Menurut Riyanto (2001:19-21) modal dapat digolongkan menjadi dua yaitu modal
aktif dan modal pasif.
a. Modal Aktif
Adalah modal yang tertera di sebelah debit dari neraca yang menggambarkan bentuk-bentuk dalam mana seluruh dana yang diperoleh perusahaan ditanamkan. Ditinjau dari cara dan lamanya perputaran, modal aktif dapat dibedakan menjadi:
1) Aktiva lancar, yaitu aktiva yang habis dalam satu kali berputar dalam proses produksi
dan proses perputarannya adalah dalam jangka waktu yang pendek (umumnya kurang
dari satu tahun) misal kas, piutang dan persediaan.
2) Aktiva tetap, yaitu aktiva yang tahan lama yang tidak atau secara berangsur-angsur
habis turut serta dalam proses produksi, misal tanah, bangunan, kendaraan dll.
Ditinjau dari fungsi bekerjanya aktiva dalam perusahaan, modal aktif terdiri dari:
1) Modal kerja (working capital assets), yaitu modal yang sifatnya fleksibel dan relatif
variabel dimana elemenelemennya dapat segera mengalami perubahan dan proses
perputarannya dalam jangka waktu yang pendek.
2) Modal tetap (fixeds capital assets), yaitu modal yang sifatnya tetap atau susunannya
relatif permanen dalam jangka waktu tertentu/tidak segera mengalami perubahan-
perubahan dan proses perputarannya dalam jangka waktu yang lama.
b. Modal Pasif
Adalah modal yang tertera di sebelah kredit dari neraca yang menggambarkan
sumber-sumber dari mana dana diperoleh. Modal pasif memperlihatkan hak-hak para pemilik dan pemberi hutang yang dinyatakan dalam nilai uang.
Ditinjau dari asalnya modal pasif dapat dibedakan menjadi;
1) Modal sendiri, yaitu modal yang berasal dari perusahaan itu sendiri (cadangan, laba)
atau berasal dari pengambil bagian peserta atau pemilik (modal saham, modal peserta
dan lainlain). Misalnya: modal saham biasa, laba di tahan dll.
2) Modal asing, yaitu modal yang berasal dari kreditur yakni merupakan utang bagi
perusahaan yang bersangkutan. Misalnya: utang bank.
Ditinjau dari lamanya penggunaan dan berdasarkan syarat likuiditas, solvabilitas dan
rentabilitas, modal pasif dapat dibagi menjadi:
1) Modal jangka panjang yang ditarik untuk jangka waktu tidak tertentu/terbatas waktunya
(dari sudut likuiditas), adalah modal sendiri (dari sudut solvabilitas) dan merupakan
modal dengan pendapatan tidak tetap (dari sudut rentabilitas)
2) Modal jangka pendek yang ditarik untuk jangka waktu tertentu/terbatas (dari sudut
likuiditas), adalah modal asing(dari sudut solvabilitas) dan merupakan modal dengan
pendapatan tetap (dari sudut rentabilitas)
C. Sumber Permodalan Badan Usaha
Sumber modal adalah bagaimana dan dari mana suatu perusahaan dapat memperoleh modal untuk membelanjai suatu tujuan dari perusahaan tersebut. Menurut Riyanto (2001:209-224) dalam bukunya Dasar-dasar Pembelanjaan Perusahaan, disebutkan berbagai macam sumber permodalan yang dapat dibagi dalam dua segi yaitu:
a.Dari segi asalnya
Ditinjau dari segi asalnya, sumber modal dibedakan dalam sumber modal intern dan sumber modal ekstern.
1) Sumber Intern
Adalah modal atau dana yang diperoleh dari dalam perusahaan itu sendiri.Komponen-komponen sumber intern adalah:
a) Laba yang ditahan
Laba yang ditahan diperoleh dari keuntungan suatu perusahaan yangtidak dibagikan pada akhir tahun.
b) Cadangan penyusutan
Cadangan penyusutan diperoleh dari hasil penyusutan alatalat produksi tahan lama yang disusutkan tiap tahun berdasarkan peraturan yang berlakupada perusahaan tersebut.
2)Sumber Ekstern
Adalah modal yang diperoleh dari luar perusahaan baik diambil dari pemilik maupun dari para kreditur. Hutang yang diperoleh dari pihak kreditur merupakan hutang bagi perusahaan yang dikenal sebagai modal asing.
b. Dari segi terjadinya
Ditinjau dari segi terjadinya sumber modal dapat diperoleh dari:
1) Tabungan dari subyek ekonomi, yaitu suatu pendapatan yang tidak dikonsumsikan, dengan demikian tabungan tersebut dapat digunakan untuk keperluan konsumsi di masa yang akan datang.
2) Penciptaan/kreasi atau kredit oleh bank, merupakan sumber kedua dari penawaran modal dimana yang dapat menciptakan uang tidak hanya bank sentral tetapi bank-bank umum juga dapat menciptakan uang yang sering disebut dengan uang giral.
3) Intensifikasi penggunaan uang, dimana perusahaan dapat mengintensifkan penggunaan uang yang sementara tidak digunakan, misal dengan meminjamkan kepada perusahaanperusahaan yang membutuhkan.
2.EFISIENSI PENGGUNAAN MODAL
1.Pengertian Efisiensi
Kamus Besar Bahasa Indonesia (1994:219) menyebutkan efisiensi merupakan ketepatan cara (usaha dan kerja) dalam menjalankan sesuatu dengan tidak membuang waktu, tenaga, biaya dan kegunaannya.
Dalam pengertian ekonomis, efisiensi adalah dengan memanfaatkan sumber daya yang dimiliki (input) yang sekecil mungkin untuk memperoleh keluaran (output) tertentu atau dengan input (sumber daya dan dana) tertentu dalam mencapai output yang maksimal (Sukamdijo,1996:11).
Efisiensi dapat juga berarti perbandingan terbaik antara input dan output, antara keuntungan dan biaya (hasil pelaksanaan dengan sumber-sumber yang digunakan), seperti juga halnya hasil maksimum yang dicapai dengan penggunaan terbatas (Handayaningrat, 1983:15).
Berdasarkan beberapa pengertian di atas maka dapat disimpulkan bahwa efisiensi merupakan perbandingan yang menghasilkan sesuatu yang terbaik karena terwujudnya kesesuaian antara input dengan output atau antara modal yang digunakan untuk operasional dengan hasil atau laba yang maksimum dan sesuai dengan harapan melalui usaha yang minimum.
2.2.2Efisiensi Penggunaan Modal
Salah satu
bentuk analisis terhadap kemampuan perusahaan dalam menggunakan aktiva atau
modalnya secara produktif untuk menghasilkan laba dengan melihat tingkat efisiensinya
adalah melalui analisis terhadap rasio profitabilitas atau rasio rentabilitas. Efisiensi
penggunaan modal ini mengacu pada perbandingan antara laba usaha yang dihasilkan
oleh perusahaan tersebut dengan total aktiva atau jumlah modal perusahaan tersebut
dalam satu periode (Munawir, 2001:33). Untuk dapat mengetahui tingkat efisiensi
penggunaan modal tersebut perusahaan perlu menghitung tingkat pengembalian atas modal
yang digunakan yaitu melalui tingkat pengembalian investasi atau Return On
Investment (ROI). Return On Investment merupakan ratio profitabilitas yang
dimaksudkan untuk dapat mengukur kemampuan perusahaan dengan keseluruhan dana
yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasinya perusahaan untuk menghasilkan keuntungan.
2.3PENDEKATAN SISTEM DU PONT
2.3PENDEKATAN SISTEM DU PONT
2.3.1Analisis ROI dalam Pendekatan Sistem Du Pont
Sekitar tahun 1919 perusahaan Du Pont mulai menggunakan pendekatan tertentu terhadap analisa rasio untuk mengevaluasi efektivitas perusahaan. Satu variasi dari pendekatan Du Pont ini memiliki hubungan khusus dalam pemahaman pengembalian investasi perusahaan atau Return On Investment (ROI) melalui perkalian antara profit
margin dengan Turnover of Operating Assets, sehingga diketahui kemampuan menghasilkan laba atas total aktiva (Horne & Machowicz, 1997:148). Menurut Weston (1993:129) melalui pendekatan sistem Du Pont efisiensi penggunaan modal diukur dalam
tingkat ROI melalui penggabungan berbagai macam analisis. Analisis tersebut mencakup seluruh rasio aktivitas dan margin keuntungan untuk menunjukkan bagaimana rasio-rasio ini saling mempengaruhi untuk menentukan profitabilitas harta. Adapun rumus untuk menghitung ROI dalam pendekatan sistem Du Pont antara lain:
ROI=Profit Margin xTurnover of Operating Assets
Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi Return On Investment antara lain:
1.Profit Margin
Profit margin merupakan kemampuan perusahaan menghasilkan laba dari tingkat penjualan tertentu. Profit margin dapat diinterpertasikan sebagai tingkat efisiensi perusahaan yakni sejauh mana kemampuan perusahaan menekan biaya-biaya yang ada di perusahaan. Semakin tinggi profit margin yang dicapai perusahaan menunjukkan semakin efisiensinya operasi perusahaan (Riyanto, 2001:37). Profit Margin dapat dinyatakan dalam formula sebagai berikut:
Dengan jumlah operating expenses tertentu profit margin dapat diperbesar dengan memperbesar sales, atau dengan jumlah sales tertentu profit margin dapat diperbesar dengan menekan atau memperkecil operating expenses.
Dengan demikian maka ada 2 alternatif dalam usaha untuk memperbesar profit margin,yaitu:
a) Dengan
menambah biaya usaha (operating expenses) sampai tingkat tertentu diusahakan tercapainya tambahan
sales yang sebesar-besarnya, atau dengan kata lain tembahan
sales harus lebih besar daripada tambahan operating expenses. Perubahan besarnya sales dapat disebabkan karena perubahan harga penjualan per unit apabila volume sales dalam unit sudah tertentu (tetap) atau disebabkan karena bertambahnya luas penjualan dalam unit kalau tingkat harga penjualan per unit produk sudah ditentukan.
b) Dengan mengurangi pendapatan dari sales sampai tingkat tertentu diusahakan adanya pengurangan operating expenses yang sebesar-besarnya atau dengan kata lain mengurangi biaya usaha relatif lebih besar daripada berkurangnya pendapatan dari sales. Meskipun jumlah sales selama periode tertentu berkurang, tetapi oleh karena disertai dengan berkurangnya operating expenses yang lebih sebanding maka berakibat makin besarnya profit marginnya (Riyanto, 2001:37-39).
Untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan modal dalam profit margin adalah dengan membandingkan komponen pembentuk profit margin dengan pendapatan usaha.
Adapun komponen profit margin tersebut antara lain:
1) Harga Pokok Produksi, yaitu semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.
2) Biaya Operasional, yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kegiatan operasional perusahaan di luar kegiatan produksi. Biaya operasional ini dapat berupa biaya administrasi dan umum dan biaya pemasaran/penjualan.
2.Turnover of Operating Assets (Tingkat Perputaran Total Aktiva)
Turnover of operating assets adalah kecepatan berputarnya operating assets dalamsuatu periode tertentu. Analisis ini digunakan untuk mengetahui efektivitas penggunaan seluruh aktiva perusahaan dalam rangka menghasilkan penjualan, atau dapat dikatakan pengambilan beberapa rupiah penjualan bersih yang dapat dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam bentuk harta perusahaan. Semakin cepat perputaran aktiva
tersebut menunjukkan semakin efektifnya perusahaan dalam menggunakan aktivanya secara produktif dan apabila perputaran aktiva tersebut lambat maka menunjukkan aktiva yang dimiliki terlalu besar dibandingkan dengan kemampuan perusahaan untuk menjualnya (Sawir, 2001:17). Turnover of operating assets dapat diketahui dengan rumus:
sales harus lebih besar daripada tambahan operating expenses. Perubahan besarnya sales dapat disebabkan karena perubahan harga penjualan per unit apabila volume sales dalam unit sudah tertentu (tetap) atau disebabkan karena bertambahnya luas penjualan dalam unit kalau tingkat harga penjualan per unit produk sudah ditentukan.
b) Dengan mengurangi pendapatan dari sales sampai tingkat tertentu diusahakan adanya pengurangan operating expenses yang sebesar-besarnya atau dengan kata lain mengurangi biaya usaha relatif lebih besar daripada berkurangnya pendapatan dari sales. Meskipun jumlah sales selama periode tertentu berkurang, tetapi oleh karena disertai dengan berkurangnya operating expenses yang lebih sebanding maka berakibat makin besarnya profit marginnya (Riyanto, 2001:37-39).
Untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan modal dalam profit margin adalah dengan membandingkan komponen pembentuk profit margin dengan pendapatan usaha.
Adapun komponen profit margin tersebut antara lain:
1) Harga Pokok Produksi, yaitu semua pengeluaran yang dilakukan oleh perusahaan untuk memperoleh faktor-faktor produksi dan bahan mentah yang akan digunakan untuk menciptakan barang-barang yang diproduksi oleh perusahaan tersebut.
2) Biaya Operasional, yaitu biaya-biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk kegiatan operasional perusahaan di luar kegiatan produksi. Biaya operasional ini dapat berupa biaya administrasi dan umum dan biaya pemasaran/penjualan.
2.Turnover of Operating Assets (Tingkat Perputaran Total Aktiva)
Turnover of operating assets adalah kecepatan berputarnya operating assets dalamsuatu periode tertentu. Analisis ini digunakan untuk mengetahui efektivitas penggunaan seluruh aktiva perusahaan dalam rangka menghasilkan penjualan, atau dapat dikatakan pengambilan beberapa rupiah penjualan bersih yang dapat dihasilkan oleh setiap rupiah yang diinvestasikan dalam bentuk harta perusahaan. Semakin cepat perputaran aktiva
tersebut menunjukkan semakin efektifnya perusahaan dalam menggunakan aktivanya secara produktif dan apabila perputaran aktiva tersebut lambat maka menunjukkan aktiva yang dimiliki terlalu besar dibandingkan dengan kemampuan perusahaan untuk menjualnya (Sawir, 2001:17). Turnover of operating assets dapat diketahui dengan rumus:
Dengan
jumlah operating assets tertentu makin besarnya jumlah sales selama
periode tertentu mengakibatkan makin tingginya turnovernya, demikian pula halnya luas sales tertentu dengan makin kecilnya operating assets akan mengakibatkan makintingginya turnover. Dengan demikian maka ada 2 alternatif untuk mempertinggi operatingassets turnover yaitu:
1. Dengan menambah modal usaha (operating assets) sampai tingkat tertentu diusahakan tercapainya tambahan sales yang sebesar-besarnya
2. Dengan mengurangi sales sampai tingkat tertentu diusahakan penurunan atau pengurangan operating assets sebesarbesarnya (Riyanto, 2001:40-41). Untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan modal dalam turnover of operating asset melalui pendekatan sistem Du Pont adalah dengan melihat tingkat efisiensi komponen pembentuk turnover of operating asset melalui tingkat perputaran masing-masing komponen aktiva dengan cara membandingkan pendapatan usaha dengan komponen aktiva tersebut. Adapun komponen pembentuk turnover of operating assets antara lain:
1.Working Capital (Modal Kerja)
Modal kerja dalam konsep kuantitatif merupakan sejumlah dana yang tertanam dalam aktiva lancar yang berupa kas, piutang-piutang, persediaan, persekot biaya yang akan mengalami perputaran sekali dalam jangka waktu yang pendek (Riyanto, 2001:57). Analisis working capital digunakan untuk mengetahui modal kerja secara keseluruhan dan menilai keefektifan modal kerja yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan usaha melalui perputaran masingmasing komponennya (Munawir, 2001:72).
periode tertentu mengakibatkan makin tingginya turnovernya, demikian pula halnya luas sales tertentu dengan makin kecilnya operating assets akan mengakibatkan makintingginya turnover. Dengan demikian maka ada 2 alternatif untuk mempertinggi operatingassets turnover yaitu:
1. Dengan menambah modal usaha (operating assets) sampai tingkat tertentu diusahakan tercapainya tambahan sales yang sebesar-besarnya
2. Dengan mengurangi sales sampai tingkat tertentu diusahakan penurunan atau pengurangan operating assets sebesarbesarnya (Riyanto, 2001:40-41). Untuk mengetahui tingkat efisiensi penggunaan modal dalam turnover of operating asset melalui pendekatan sistem Du Pont adalah dengan melihat tingkat efisiensi komponen pembentuk turnover of operating asset melalui tingkat perputaran masing-masing komponen aktiva dengan cara membandingkan pendapatan usaha dengan komponen aktiva tersebut. Adapun komponen pembentuk turnover of operating assets antara lain:
1.Working Capital (Modal Kerja)
Modal kerja dalam konsep kuantitatif merupakan sejumlah dana yang tertanam dalam aktiva lancar yang berupa kas, piutang-piutang, persediaan, persekot biaya yang akan mengalami perputaran sekali dalam jangka waktu yang pendek (Riyanto, 2001:57). Analisis working capital digunakan untuk mengetahui modal kerja secara keseluruhan dan menilai keefektifan modal kerja yang digunakan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan usaha melalui perputaran masingmasing komponennya (Munawir, 2001:72).
Secara umum ada 4 jenis manajemen yang wajib di perusahaan
skala menengah-besar. Yakni, manajemen operasi, pemasaran, keuangan dan SDM (Hanafi,
2004). Pada tahun 1960-70an, sudut pandang yang berkembang adalah keseimbangan
proporsi pengelolaan dalam sebuah perusahaan. Jika digambarkan dalam bentuk
grafik :
Mengalami pergeseran pada tahun 1970-80-an, perusahaan
cenderung menitikberatkan pengelolaan keuangan. Seorang akuntan dan ekonom
sangat menjanjikan pada masa ini.
Pada tahun 1980-90an, mengalami
pergeseran penitikberatan pengelolaan. Pemasaran berjaya. Dianggap bahwa jika
pemasaran perusahaan tidak baik, maka kacaulah semuanya.
Rupanya pemasaran tidak mandek untuk
merajai pengelolaan perusahaan. Di era 90-an sampai tahun 2000, manajemen
pemasaran bahkan dianggap menjadi inti kecil sebuah perusahaan. Manajemen
lainnya dianggap sebagai pendukung.
Sampai dengan era setelah tahun 2000, pemasaran masih
dianggap sangat penting di sebagian perusahaan besar dunia. Walaupun bukan
semata inti kecil perusahaan. Manajemen operasi memiliki porsi lebih besar
dibandingkan dengan keuangan dan SDM.
Lalu apakah manajemen SDM sebegitunya bisa disepelekan?
Ternyata tidak mudah juga menjawab hal itu. Jika mau melihat dengan detail
sejarah manajemen SDM, tidak akan terlepas dari istilah manajemen personalia.
Awal MSDM (Manajemen Sumber Daya Manusia) adalah dari perkembangan keilmuan
manajemen personalia. Manajemen personalia ditengarai oleh beberapa pakar hanya
mencakup ”scientific management” dalam mengelola manusia sebagai karyawan atau
pekerja perusahaan. Dalam pemerintahan, manajemen personalia menjadi tugas
”Biro Kepegawaian”. Maksud dari ”scientific management” adalah pengelolaan
manusia dipandang melibatkan faktor pengaturan aktivitas. Sebagai contohnya staffing, penerimaan gaji, kompensasi,
insentif, absensi dan jejang karir yang bersifat teknis. Sedangkan MSDM sebagai
sesuatu yang baru menawarkan satu cabang lagi selain ”scientific management”,
yakni ”human management”. Dimana pengelolaan manusia sebagai seorang karyawan
dikelola perilaku atau behaviour-nya.
Sebagai contoh faktor kepemimpinan, motivasi, kedisiplinan dan hubungan antar
karyawan. Itulah sebabnya, beberapa perusahaan menarik orang lulusan psikologi
untuk menjabat sebagai MSDM, karena dipandang dapat mengelola ”human
management” perusahaan.
Sejarah perkembangan keilmuan MSDM tidak bisa dilepaskan
dari perkembangan negara maju seperti Amerika Serikat dan Jepang. Pada tahun
1920-30-an keilmuan MSDM mulai muncul dan berkembang (Alwi, 2001). MSDM dengan
pendekatan soft approachdikemukakan
oleh HBS (Harvard Business School), dimana lebih menekankan pada sisi
humanistik. Sedangkan MBS (Michigan Business School) mengemukakan MSDM
dengan pendekatan hard
approach.
Jadi ada dua inti utama dalam MSDM
yakni pengelolaan aktivitas dan perilaku. Beberapa pakar memandang di
perusahaan yang ”gemuk” dalam hal jumlah karyawan, MSDM menjadi faktor utama.
Karena dengan pengelolaan karyawan yang baik, akan menjadi aspek kompetitif perusahaan
untuk bersaing dengan lainnya. Dengan pengelolaan MSDM yang baik seperti
pembuatan desain konfigurasi organisasi, maka MSDM tetap bisa dijadikan titik
berat pengelolaan di sebuah perusahaan saat ini. Desain konfigurasi seperti
diungkapkan oleh Mintzberg (1993) ada 5 tipe, yang memiliki keunikan
masing-masing; simple,
machine bureaucrazy, professional bureaucrazy,
adocrazy,dandivisonalize.
Krisis global yang melanda saat ini
(baca: krisis yang disebabkan kredit macet kepemilikan rumah di AS, 2008) telah
membuat banyak perusahaan sakit. Oleh karena itu penitikberatan MSDM dalam
pengelolaan perusahaan bisa dijadikan alternatif yang tidak salah. Sehingga
apabila perusahaan sehat kembali, dapat meraih peluang bisnisnya dengan lebih
baik (Muhammad, 2001). Subjek utama dalam perusahaan, yakni manusia sebagai
karyawan sudah sepantasnya harus mempunyai kompetensi yang baik terlebih
dahulu.

